Kunci Suskes Menanam Bawang Merah Asal Biji di Datara Rendah
Pendapat yang mengatakan bahwa bawang merah hanya cocok
di dataran menengah hingga tinggi menurut saya sangatlah keliru, karena sebenarnya bawang merah merupakan tanaman dataran rendah hingga menengah. Bawang
merah akan tumbuh dengan optimal pada ketinggian 0 – 800 meter dari permukaan
laut.
![]() |
| Bawang Merah |
Kekeliruan juga terdapat pada bagian biji yg umumnya
mengatakan bawang merah tidak berbiji tetapi umbi. Tanaman bawang merah
ternyata berbiji dan dapat dikembangkan dengan biji selain dengan umbi, hanya
saja tanamannya jarang berbiji walaupun dalam keadaan berbunga dikarenakan untuk
berbiji dibutuhkan suhu udara ± 50°C secara konstan.
Seiring berkembangnya jaman pekembangan bawang merah dengan
biji semakin banyak peminatnya, dikarenakan budidaya bawang merah asal biji
lebih rendah biaya produksinya dan produk hasil yang didapat lebih tinggi. Dengan
demikian, keuntungan yang didapat juga lebih tinggi. Hanya dengan lahan seluas ±150
ubin (2.100m2), memperoleh hasil ±6 ton umbi basah, walaupun baru
pertama kali mencobanya.
Berikut tips sukses supaya berhasil memperoleh bawang merah yang optimal.
1. Pengolahan Lahan
Pengelohan dilakukan sedemikian rupa
sehingga tanah benar-benar gembur atau remah untuk membantu pertumbuhan umbi. Buatlah
guludan-guludan dengan lebar 1 meter
pada tanah yang telah diolah (panjang disesuaikan panjang lahan). Tambahkan arang
sekam atau abu sekam dan tambahkan pula pupuk kandang halus sebanyak ±50 kg untuk
guludan sepanjang 15 meter. Untuk lebih baiknya lagi tambahkan pupuk SP-36
secukupnya dan Furadan 3G untuk lahan yang banyak terdapat ulat tanah (aglotis ipsilon).
2. Sukseskan Pesemaian
Dilakukan dengan membuat lajur-lajur
memotong panjang guludan dengan jarak antar lajur 10 cm. Tabur benih secara
merata pada lajur dengan kedalaman 1 cm, tutup dengan pupuk kandang tipis
ataupun arang sekam. Tutup guludan hasil semaian dengan jerami dan lakukan
penyiraman rutin setiap hari. Setelah 4 – 5 hari benih mulai tumbuh dan jerami
dapat dipindahkan dari guludan. Tetapi, bibit muda masih tidak boleh terpapar
sinar matahari lansung sehingga masih perlu dinaungi. Setelah berumur 21 – 26 hari,
naungan sudah tidak diperlukan dan pada umur 40-45 hari bibit dapat ditanam di
lahan. Penanaman dilakukan dengan jarak (5-10) x (5-10) cm. Sebaiknya lahan digenai
air saat melakukan penanaman supaya bibit lebih cepat tumbuh.
3. Pemupupukan Seimbang
Prinsip Pemupukan seimbang yaitu kandungan
unsur hara makro dan mikro harus memenuhi kebutuhan tanaman. unsur-unsur makro
N-P-K harus memenuhi unsur 16-16-16 atau setidaknya 16-16-11, sedangkan unsur
mikro cukup dengan menggunakan pupuk mikro sesuai dosis yang dicampur dengan
pupuk makro. Pemupukan dilakukan sebanyak 3-4 kali dimulai pada saat umur
tanaman 2-4 minggu setelah tanam dengan selang waktu 2-3 minggu sekali. Pemupukan
cukup ditabur secara merata, dengan jumlah kebutuhan pupuk sebanyak 150 – 200 kg
pupuk N-P-K/ha/pemupukan.
4. Kendalikan Gulma
Pemupukan yang intensif menyebabkan dampak
negatif yaitu munculnya gulma dalam jumlah besar. Sebaiknya lakukan pencabutan
sejak gulma-gulma baru tumbuh jika diperlukan semprotkan herbisida yang
mematikan biji gulma pada saat bawang merah sudah ditanam beberapa minggu.
5. Pengendalian Hama Segera
Hama ialah salah satu penyebab gagalnya panen
dan menyebabkan para petani rugi besar. Munculnya hama tanaman sering
menghambat pertumbuhan, produksi bahkan mematikan tanaman. hama dan penyakit
sering menyerang tanaman bawang merah seperti penyakit bercak ungu (alternaria
porri), penyakit bercak putih (Phytophtora porri) dan ulat grayak (Spodopetera
exigua dan S. Litura). Penyakit bercak ungu dan putih dapat menyebabkan tanaman
mati dalam waktu singkat pengendaliannya dapat dilakukan dengan fungsida yang
berbahan aktif Mancozeb, misalnya Dithane M-45, Delsene, Manzate dan lainnya. Tanaman
yang sudah terserang serius sebaiknya dicabut dan dimusnahkan dikarenakan dapat
membuat tanaman lain ikut terserang. Pengendalian ulat grayak sebaiknya
dilakukan pada saat muncul gejala gigitan pada daun. Saat gejala muncul segera
potong daun dan amati apakah terdapat ulat grayak didalamnya. Penyemprotan dengan
insektisida seperti Biothion atau crumble dapat mengendalikan ulat grayak.

No comments:
Post a Comment