Thursday, April 21, 2016

Mudahnya Menanam Bawang Merah di Dataran Rendah

Kunci Suskes Menanam Bawang Merah Asal Biji di Datara Rendah


Pendapat yang mengatakan bahwa bawang merah hanya cocok di dataran menengah hingga tinggi menurut saya sangatlah keliru, karena sebenarnya bawang merah merupakan tanaman dataran rendah hingga menengah. Bawang merah akan tumbuh dengan optimal pada ketinggian 0 – 800 meter dari permukaan laut.

Bawang Merah

Kekeliruan juga terdapat pada bagian biji yg umumnya mengatakan bawang merah tidak berbiji tetapi umbi. Tanaman bawang merah ternyata berbiji dan dapat dikembangkan dengan biji selain dengan umbi, hanya saja tanamannya jarang berbiji walaupun dalam keadaan berbunga dikarenakan untuk berbiji dibutuhkan suhu udara ± 50°C secara konstan.

Seiring berkembangnya jaman pekembangan bawang merah dengan biji semakin banyak peminatnya, dikarenakan budidaya bawang merah asal biji lebih rendah biaya produksinya dan produk hasil yang didapat lebih tinggi. Dengan demikian, keuntungan yang didapat juga lebih tinggi. Hanya dengan lahan seluas ±150 ubin (2.100m2), memperoleh hasil ±6 ton umbi basah, walaupun baru pertama kali mencobanya.

Berikut tips sukses supaya berhasil memperoleh bawang merah yang optimal.

      1. Pengolahan Lahan

Pengelohan dilakukan sedemikian rupa sehingga tanah benar-benar gembur atau remah untuk membantu pertumbuhan umbi. Buatlah guludan-guludan dengan lebar  1 meter pada tanah yang telah diolah (panjang disesuaikan panjang lahan). Tambahkan arang sekam atau abu sekam dan tambahkan pula pupuk kandang halus sebanyak ±50 kg untuk guludan sepanjang 15 meter. Untuk lebih baiknya lagi tambahkan pupuk SP-36 secukupnya dan Furadan 3G untuk lahan yang banyak terdapat ulat tanah (aglotis ipsilon).

2. Sukseskan Pesemaian

Dilakukan dengan membuat lajur-lajur memotong panjang guludan dengan jarak antar lajur 10 cm. Tabur benih secara merata pada lajur dengan kedalaman 1 cm, tutup dengan pupuk kandang tipis ataupun arang sekam. Tutup guludan hasil semaian dengan jerami dan lakukan penyiraman rutin setiap hari. Setelah 4 – 5 hari benih mulai tumbuh dan jerami dapat dipindahkan dari guludan. Tetapi, bibit muda masih tidak boleh terpapar sinar matahari lansung sehingga masih perlu dinaungi. Setelah berumur 21 – 26 hari, naungan sudah tidak diperlukan dan pada umur 40-45 hari bibit dapat ditanam di lahan. Penanaman dilakukan dengan jarak (5-10) x (5-10) cm. Sebaiknya lahan digenai air saat melakukan penanaman supaya bibit lebih cepat tumbuh.

3. Pemupupukan Seimbang

Prinsip Pemupukan seimbang yaitu kandungan unsur hara makro dan mikro harus memenuhi kebutuhan tanaman. unsur-unsur makro N-P-K harus memenuhi unsur 16-16-16 atau setidaknya 16-16-11, sedangkan unsur mikro cukup dengan menggunakan pupuk mikro sesuai dosis yang dicampur dengan pupuk makro. Pemupukan dilakukan sebanyak 3-4 kali dimulai pada saat umur tanaman 2-4 minggu setelah tanam dengan selang waktu 2-3 minggu sekali. Pemupukan cukup ditabur secara merata, dengan jumlah kebutuhan pupuk sebanyak 150 – 200 kg pupuk N-P-K/ha/pemupukan.

4. Kendalikan Gulma

Pemupukan yang intensif menyebabkan dampak negatif yaitu munculnya gulma dalam jumlah besar. Sebaiknya lakukan pencabutan sejak gulma-gulma baru tumbuh jika diperlukan semprotkan herbisida yang mematikan biji gulma pada saat bawang merah sudah ditanam beberapa minggu.

5. Pengendalian Hama Segera

Hama ialah salah satu penyebab gagalnya panen dan menyebabkan para petani rugi besar. Munculnya hama tanaman sering menghambat pertumbuhan, produksi bahkan mematikan tanaman. hama dan penyakit sering menyerang tanaman bawang merah seperti penyakit bercak ungu (alternaria porri), penyakit bercak putih (Phytophtora porri) dan ulat grayak (Spodopetera exigua dan S. Litura). Penyakit bercak ungu dan putih dapat menyebabkan tanaman mati dalam waktu singkat pengendaliannya dapat dilakukan dengan fungsida yang berbahan aktif Mancozeb, misalnya Dithane M-45, Delsene, Manzate dan lainnya. Tanaman yang sudah terserang serius sebaiknya dicabut dan dimusnahkan dikarenakan dapat membuat tanaman lain ikut terserang. Pengendalian ulat grayak sebaiknya dilakukan pada saat muncul gejala gigitan pada daun. Saat gejala muncul segera potong daun dan amati apakah terdapat ulat grayak didalamnya. Penyemprotan dengan insektisida seperti Biothion atau crumble dapat mengendalikan ulat grayak.

No comments:

Post a Comment