Friday, April 22, 2016

Membuat Pohon Pepaya Rendah dan Berbuah Banyak

Cara Membuat Pohon Pepaya Rendah dan Berbuah Banyak

Pepaya

Pohon pepaya umumnya tinggi sehingga menyulitkan untuk memetik buahnya dikarenakan batang yang kurang kokoh sehingga takut dipanjat, jika memakai galah takut buahnya hancur saat jatuh karena tekstur buah yang lunak. Supaya mudah dibuatlah pohon pepaya yang rendah dengan beberapa cara berikut :

  1. Pada saat umur bibit pepaya yang ditanam berumur kira-kira 1 bulan atau ketinggian 40-50 cm, potong pupusnya agar tumbuh beberapa tunas di bawah batang.
  2. Selang 10 hari maka tunas baru akan bermunculan, kemudian potong batang pohon pepaya sekitar 15 cm dari permukaan tanah. bungkus dengan plastik bekas potongan tersebut supaya tidak membusuk.
  3. Setelah 1 minggu lakukan seleksi tunas dan tunas yang paling bagus disisakan.
  4. Lakukan perawatan seperti biasanya pada pohon pepaya seperti umumnya dan selang 1 bulan bunga bakal buah pun mulai bermunculan.


Perlu diingat bahwa ada 2 hal yang harus diperhatikan juga untuk menanam pohon pepaya supaya mendapatkan hasil yang berkualitas. yaitu :

1. Sediakan Bibit yang Baik

Adapun syarat bibit yang baik adalah sebagai berikut :

  • Berasal dari buah yang masak langsung di pohon
  • Tanaman induk yang bebas dari hama dan penyakit
  • Kualitas dan produksi buah yang baik
  • Biji diambil dari buah bagian ujung
  • Ukuran biji yang seragam.
Perlu diingat saat biji diambil dari buahnya dilakukan dengan memotong buah menggunakan pisau. Lakukan pemotongan tanpa melukai biji dan keluarkan biji dari buahnya. Benih yang dipakai yang terdapat pada ujung buah. Dalam 1 buah biasa hanyan dambil 2/3 saja.

Biji yang telah dikeluarkan dari buah dicampur dengan abu dapur dan diangin-anginkan selama 3 hari. Simpan pada  tempat lembab sambil menunggu waktu penyemaian. Sebaiknya benih ditanam dengan pembibitan terlebih dahulu dan baru dipindahkan ke lapangan.

Bibit pepaya selama pembibitan harus selalu mendapatkan air yang cukup. Oleh karena itu, penyiraman dilakukan paling tidak sehari sekali. umur 1 bulan bibit pepaya diberi pupuk. letakkan bibit pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan pada saat umur 2 bulan sudah dapat dipindah tanam.

2. Teknik Penanaman

bibit siap dipindahkan

Ambil bibit yang siap tanam dari kantong plastik yang berumur 2 bulan kemudian robek kantong plastik. lakukan secara hati-hati jangan sampai merusak akar. Sebelum penanaman alangkah baiknya melakukan seleksi bibit. Bibit yang terserang penyakit, hama pertumbuhan batang yang bengkok sebaiknya tidak perlu ditanam.

Masukkan bibit hasil seleksi ke dalam lubang tanam. Tanah sekitar tanaman dipadatkan dengan tujuan untuk menopang tanaman tetap kokoh. Jika telah selesai pemindahan lakukan penyiraman segera. Untuk tanaman baru penyiraman dilakukan sehari sekali. Sebaiknya lakukan penanaman saat musim hujan.


Thursday, April 21, 2016

Mengenal Ikan cupang Hias dan Petarung

Cara Membedakan Cupang Adu dan Cupang Hias

Bagi para pemula mungkin sedikit bingung dimana perbedaan antara cupang hias dan cupang adu. Bagi para mania cupang pasti sudah mengerti letak perbedaannya. agar tidak salah memilih maka akan dirangkum perbedaannya pada bagian dasar-dasarnya sebagai pengetahuan awal.
Cupang hias dan cupang adu tidaklah dibedakan berdasarkan ras atau spesiesnya. Di Indonesia sendiri terdapat kelompok Splendens Complex yang terdiri dari 5 jenis spesies yaitu Betta Splendens, Betta Stiktos, Betta Mahachai, Betta Smaragdina dan Betta Imbellis. Dari beberapa spesies tersebut dikawin silangkan dan menghasilkan banyak varian yang kemudian dikelompok menjadi cupang hias dan cupang adu.

Cupang Adu

Cupang Adu
Seperti namanya cupang adu biasa dipakai untuk diadu antara 1 dan lainnya dan cara melihat kehandalannya yaitu ketika bertarung, tetapi dikarenakan di Indonesia ikan hias banyak varian hasil persilangan bukan berarti ikan hias tidak perkasa saat diadu, sebagian kecil ada ikan hias yang perkasa saat diadu. Berikut ciri-ciri yang dapat dilihat :
  • Bentuk tubuh kokoh. Leher dan ekor memiliki tinggi, lebar, ketebalan dan besar yang sama. Bagian yang terlihat sedikit mengecil hanya bagian ekor.
  • Agresif. layaknya ikan diadu harus begerak cepat tidak seperti ikan hias.
  • Mental bertarung. Sirip-siripnya mengembang penuh yang menandakan mental dan kesiapan untuk bertarung.
  • Bibir tampak kokoh dan tebal. bila dilihat lebih seksama pada bagian bibir bawah terdapat bintik kecil yang mencirikan gigi runcing.
Cupang adu berasal dari spesies Betta splendens, Betta imbellis, Betta Mahachai. Sebagian negara melarang mengadu ikan cupang seperti America Serikat, mengadu ikan cupang dianggap kejahatan dan ilegal. Kontes cupang adu banyak digelar di bagian negara Asia Tenggara dimana Indonesia termasuk salah satunya.

Cupang Hias

Cupang Hias
Layaknya nama, cupang hias dinillai dari keindahannya seperti bentuk, warna, gerak dan mental. berikut ciri-cirinya yang dapat diperhatikan :
  • Bentuk tubuh yang khas. Sirip dan ekor tergurai panjang dan tulang sirip menunjukkan bentuk khasnya.
  • Warna cerah. Warna tubuh yang dimiliki lebih menarik dan memiliki varian warna yang tidak kusam dan atraktif.
  • Gerakannya Tenang yang memperlihatkan keangunannya.
  • Saat melihat musuh ekor dan siripnya mengembang sempurna menunjukkan keindahan dan keangunannya.
Cupang hias banyak dikutsertakan dalam kontes dikarenakan keindahannya. Banyak negara yang membuat kontes ikan cupang hias dikarenakan hanya dinilai dari keindahannya, bukaan siripnya dan bentuk tubuhnya.

Mudahnya Menanam Bawang Merah di Dataran Rendah

Kunci Suskes Menanam Bawang Merah Asal Biji di Datara Rendah


Pendapat yang mengatakan bahwa bawang merah hanya cocok di dataran menengah hingga tinggi menurut saya sangatlah keliru, karena sebenarnya bawang merah merupakan tanaman dataran rendah hingga menengah. Bawang merah akan tumbuh dengan optimal pada ketinggian 0 – 800 meter dari permukaan laut.

Bawang Merah

Kekeliruan juga terdapat pada bagian biji yg umumnya mengatakan bawang merah tidak berbiji tetapi umbi. Tanaman bawang merah ternyata berbiji dan dapat dikembangkan dengan biji selain dengan umbi, hanya saja tanamannya jarang berbiji walaupun dalam keadaan berbunga dikarenakan untuk berbiji dibutuhkan suhu udara ± 50°C secara konstan.

Seiring berkembangnya jaman pekembangan bawang merah dengan biji semakin banyak peminatnya, dikarenakan budidaya bawang merah asal biji lebih rendah biaya produksinya dan produk hasil yang didapat lebih tinggi. Dengan demikian, keuntungan yang didapat juga lebih tinggi. Hanya dengan lahan seluas ±150 ubin (2.100m2), memperoleh hasil ±6 ton umbi basah, walaupun baru pertama kali mencobanya.

Berikut tips sukses supaya berhasil memperoleh bawang merah yang optimal.

      1. Pengolahan Lahan

Pengelohan dilakukan sedemikian rupa sehingga tanah benar-benar gembur atau remah untuk membantu pertumbuhan umbi. Buatlah guludan-guludan dengan lebar  1 meter pada tanah yang telah diolah (panjang disesuaikan panjang lahan). Tambahkan arang sekam atau abu sekam dan tambahkan pula pupuk kandang halus sebanyak ±50 kg untuk guludan sepanjang 15 meter. Untuk lebih baiknya lagi tambahkan pupuk SP-36 secukupnya dan Furadan 3G untuk lahan yang banyak terdapat ulat tanah (aglotis ipsilon).

2. Sukseskan Pesemaian

Dilakukan dengan membuat lajur-lajur memotong panjang guludan dengan jarak antar lajur 10 cm. Tabur benih secara merata pada lajur dengan kedalaman 1 cm, tutup dengan pupuk kandang tipis ataupun arang sekam. Tutup guludan hasil semaian dengan jerami dan lakukan penyiraman rutin setiap hari. Setelah 4 – 5 hari benih mulai tumbuh dan jerami dapat dipindahkan dari guludan. Tetapi, bibit muda masih tidak boleh terpapar sinar matahari lansung sehingga masih perlu dinaungi. Setelah berumur 21 – 26 hari, naungan sudah tidak diperlukan dan pada umur 40-45 hari bibit dapat ditanam di lahan. Penanaman dilakukan dengan jarak (5-10) x (5-10) cm. Sebaiknya lahan digenai air saat melakukan penanaman supaya bibit lebih cepat tumbuh.

3. Pemupupukan Seimbang

Prinsip Pemupukan seimbang yaitu kandungan unsur hara makro dan mikro harus memenuhi kebutuhan tanaman. unsur-unsur makro N-P-K harus memenuhi unsur 16-16-16 atau setidaknya 16-16-11, sedangkan unsur mikro cukup dengan menggunakan pupuk mikro sesuai dosis yang dicampur dengan pupuk makro. Pemupukan dilakukan sebanyak 3-4 kali dimulai pada saat umur tanaman 2-4 minggu setelah tanam dengan selang waktu 2-3 minggu sekali. Pemupukan cukup ditabur secara merata, dengan jumlah kebutuhan pupuk sebanyak 150 – 200 kg pupuk N-P-K/ha/pemupukan.

4. Kendalikan Gulma

Pemupukan yang intensif menyebabkan dampak negatif yaitu munculnya gulma dalam jumlah besar. Sebaiknya lakukan pencabutan sejak gulma-gulma baru tumbuh jika diperlukan semprotkan herbisida yang mematikan biji gulma pada saat bawang merah sudah ditanam beberapa minggu.

5. Pengendalian Hama Segera

Hama ialah salah satu penyebab gagalnya panen dan menyebabkan para petani rugi besar. Munculnya hama tanaman sering menghambat pertumbuhan, produksi bahkan mematikan tanaman. hama dan penyakit sering menyerang tanaman bawang merah seperti penyakit bercak ungu (alternaria porri), penyakit bercak putih (Phytophtora porri) dan ulat grayak (Spodopetera exigua dan S. Litura). Penyakit bercak ungu dan putih dapat menyebabkan tanaman mati dalam waktu singkat pengendaliannya dapat dilakukan dengan fungsida yang berbahan aktif Mancozeb, misalnya Dithane M-45, Delsene, Manzate dan lainnya. Tanaman yang sudah terserang serius sebaiknya dicabut dan dimusnahkan dikarenakan dapat membuat tanaman lain ikut terserang. Pengendalian ulat grayak sebaiknya dilakukan pada saat muncul gejala gigitan pada daun. Saat gejala muncul segera potong daun dan amati apakah terdapat ulat grayak didalamnya. Penyemprotan dengan insektisida seperti Biothion atau crumble dapat mengendalikan ulat grayak.

Wednesday, April 20, 2016

Membuat Pupuk KLC Cair Dari Sabut Kelapa

Sabut Kelapa dijadikan Bahan utama pembuatan pupuk KLC organic cair

Ketersediaan pupuk klc anorganic yang tidak mencukupi sebenarnya dapat disiasati dengan cara memproduksi pupuk KLC organik yang dapat dibuat sendiri dan bahannya mudah didapat dan juga murah yaitu dengan sabut kelapa dan juga alat dan bahan yang akan digunakan untuk mengolahnya juga relatif mudah didapat.

Sabut Kelapa

Pupuk KCL sangat bermanfaat bagi peningkatan produktifitas tanaman budidaya, selain ketersediaan pupuk yang mengandung unsur hara kalium ini semakin lama semakin sedikit dan jika tidak ada pemecahan dalam kasus ini mungkin dapat menyebabkan hasil panen para petani semakin rendah.

Alat dan Bahan 

  • Drum bekas (1 drum)
  • Air jernih (40 liter)
  • Sabut kelapa (25 kg). 

Cara pembuatan

  • Bersihkan sabut kelapa dari tanah dan masukkan ke dalam drum bekas.
  • Tuangkan air jernih kedalam drum sebanyak setengan bagian drum.
  • Drum yang telah berisi sabut kelapa dan air jernih ditutup agar proses fermentasi anaerob berjalan dengan lebih cepat.
  • Proses rendaman dibiarkan berlangsung selama 15 hari.
  • Buka drum dan hasil air rendaman berubah warna menjadi hitam kekuningan yang menandakan siap untuk digunakan.

Cara penggunaan 

  • Siram air hasil rendaman pada bagian tanaman.
  • Penyiraman dilakukan dapat berulang kali tergantung kebutuhan.
  • Jika air rendaman habis, sabut kelapa tersebut masih dapat diberi air dan dengan perlakuan yang sama maka dapat digunakan sebagai pupuk lagi.
  • Bila warna air sudah jernih dan tidak terjadi perubahan warna lagi, maka sabut kelapa harus diganti yang baru.
Pupuk ini sangat cocok digunakan pada tanaman padi dimana pada saat masa awal pembuahan padi dengan cara disemprotkan pada daun yang menghadap ke bawah agar penyerapan unsur kalium menjadi lebih optimal dan berdasarkan penelitian beberapa ahli pertanian, pupuk KLC organik cair mampu meningkatkan produktifitas hasil tanaman padi sebanyak 5 -15% dengan kandungan K2O sebanyak 3-5%.


Semoga dengan pembuatan pupuk KLC organic dapat meningkatkan kualitas hasil panen, juga bahan yang digunakan terdapat disekitar kita dan ramah lingkungan. jadi manfaatkanlah yang ada disekitar kita.

Saturday, April 9, 2016

Bahan Alternatif Pembasmi Hama Tanaman


Cara Mudah Membasmi Hama Tanaman

Tanaman terserang hama kutu putih
Tentu sangat menjengkelkan jika tanaman yang kita tanam terserang hama. Awalnya berniat memanen tapi malah sebaliknya yang didapat, berniat melihat bunga mekar dengan warna yang indah tapi hanya hama yang tampak.

Adapun hama tanaman seperti :
  • Kutu Putih
  • Semut
  • Belalang
  • Ulat Putih
  • Kutu Kuning
  • Embun Jelaga
Berikut tips alternatif yang dapat dipakai untuk menghilangkan hama tanaman tersebut :

1. Kapur Sirih 

Pestisida alami tanaman buah seperti mangga, jambu, pepaya yang sering diserang oleh hama semut dan kutu putih.

Cara Penggunaan : Campur kapur sirih dan air ke dalam botol semprot dan dikocok supaya tercampur rata, lalu semprotkan ke bagian tanaman yang terserang hama. 

2. Daun Tomat 

Pestisida alami yang ramah akan lingkungan, dapat membasmi ulat dan kutu kuning yang sering muncul pada pucuk dan pangkal bunga tanaman jagung.

Cara Penggunaan : Iris 3-4 genggang daun tomat dan rendam dalam 2 cangkir air semalaman kemudian saring hasil rendaman tersebut, tambahkan 2 cangkir air lagi sebelum dipakai untuk disemprotkan ke tanaman.

3. Daun Pepaya

Selain mudah didapat juga dapat mengusir hama belalang dan ulat putih pada tanaman sayur dan merupakan pestisida alami yang ramah lingkungan.

Cara Penggunaan : Ambil 1 kg daun pepaya tua, tumbuk hingga halus dan larutkan dalam 1 liter air dan kemudian didiamkan selama 2 hari lalu disaring, gunakan air saringan tersebut pada bagian yang terserang hama.

4. Serbuk Cabai

Aroma cabai yang pedas dan menyengat sangat tidak disukai serangga sehingga serbuk cabai menjadi salah satu solusi untuk menghilangkan hama serangga.

Cara Penggunaan : Tumbuk cabai yang telah dikeringkan hingga halus dan campurkan dengan air secukupnya dan semprotkan pada tanaman yang terserang hama.

5. Kulit Telur

Semut yang bersarang pada akar tanaman kerap mengganggu. Selain menghambat pertumbuhan tanaman juga dapat mendatangkan embun jelaga dan kutu putih yang menyebabkan tanaman kerap jarang berbuah dan tak sedap dipandang. Kulir telur mampu menjadi pestisida alami untuk menghilangkan hal tersebut.

Cara Penggunaan : Sangrailah kulit telur sisa hingga berwarna kehitaman dan tumbuk hasil sangrai hingga halus dan kemudian taburkan disekitar tanaman dan sarang semut.

6. Balsam

Sering kita jumpai semut pada tanaman buah yang sedang berbunga dan sarang semut pada batang pohon. Untuk mengusir semut cukup mengoleskan balsam yang berbau tajam pada batang tanaman. Cara ini ampuh untuk mengusir semut datang mengerubungi bunga tanaman buah anda.

7. Kapur Bangunan dan Oli Bekas

Dapat mengusir hama ulat pada batang tanaman.

Cara penggunaan : Cukup campurkan sedikit kapur bangunan dan oli bekas kemudian oleskan pada batang dan pada bagian yang kerap dilalui hama ulat.

8. Tepung Terigu 

Digunakan untuk menghilangkan hama ulat pada tanaman kubis. hama ulat biasanya dapat menghabiskan tanaman kubis dalam waktu singkat, tepung terigu dapat menghambat pernafasan ulat sehingga ulat akan mati.

Cara Penggunaan : Taburkan tepung terigu pada tanaman kubis, selanjutnya anda dapat membersihkan tepung dari tanaman setelat 2 hari kemudian.

Dengan beberapa cara di atas dapat menghilangkan berbagai hama tanaman yang terdapat disekitar kita dan bahan yang digunakan juga terdapat disekitar kita dan ramah lingkungan. jadi manfaatkanlah yang ada disekitar kita.